OJK Mendukung Untuk Mengurangi Dampak Tekanan Pasar Keuangan Global

OJK Mendukung Untuk Mengurangi Dampak Tekanan Pasar Keuangan Global

Karena sebuah isi tentang perang dagang di antara China dan Amerika Serikat ( AS ), serta normalisasi kebijakan moneter Eropa dan Amerika Serikat ( AS ) membuat kondisi pasar keuangan global masih tetap mengalami ketidak pastian. Bahkan ketidak pastian itu ikut dalam peningkatan tekanan di pasar keuangan Emerging Markets, khususnya yang berada di negara-negara yang sedang mengalami ketidak seimbangan eksternal.

Otoritas Jasa Keuangan ( OJK ) sangat mendukung upaya pemerintahan dalam mengurangi dampak besar tekanan pasar keuangan global dalam perekonomian domestik. Upaya itu antara lainnya adalah penjadwalan ulang dari proyek infrastruktur non-strategis juga dengan konten impor yang tinggi, peningkatan tarif PPh import produk konsumsi dan juga penggunaan biosolar ( B20 ).

Rapat Dewan Komisioner ( RDK ) OJK menilai bahwa stabilitas dalam sektor jasa keuangan masih berada di dalam kondisi yang terjaga di tengah kondisi likuiditas dalam pasar keuangan Indonesia yang tetap masih mengalami volatilitas yang di karenakan berlanjutnya ketidak pastian di dalam pasar keuangan global.

Pasar modal domestik dari tanggal September 2018 terpantau bahwa masih tetap relatif stabil di tengah dinamiki pasar keuangan global. Dari tanggal 21 September 2018, Indeks Harga Saham Gabungan ( IHSG ) mencatat perlemahan tipis sebanyak 1,0 persen dengan month to date ( mtd ) dengan invertor yang non-residen yang telah mencatatkan net sell sebesar Rp.2,5 triliun. Secara ytd, Indeks Harga Sahan Gabungan ( IHSG ) terkoreksi sebanyak 6,3 persen dengan investor yang non-residen mencatatkan net sell sebesar Rp,52,7 triliun.