Tragedi di Moka brimob Berakhir

Tragedi pemberontakan dan pembantaian anggota polisi serta penyandaraan di Rutan salemba cabang oleh para napi Teroris akhirnya berakhir.

Pada hari Selasa, 8 Mei 2018, sebanyak 156 tahanan Teroris telah mentyandera 9 ornag polisi dimako Brimob.

Akibat peristiwa yang disebabkan oleh kerusuhan tahanan Teroris tersebut, dari sembilan ornag yang disandera telah memakan korban sebanyak lima dari anggota polisi yang tewas dibunuh oleh tahanan teroris secara keji diluar batas manusiawi. Sementara Empat ornag anggota lainya terluka parah, namun berhasil menyelamatkan diri dari sanderaan teroris diMako Brimob. Dari kejadian tersebut, Satu orang dari anggota teroris tewas tertembak oleh petugas kepolisian.

Selama 36 jam lamanya tragedi pemberontakan tahanan teroris di Mako Brimob, 155 orang tahanan Teroris itu akhirnya menyerahkan diri tanpa syarat. Dari Tahanan teroris yang menyerahkan diri juga digeledah oleh polisi dan ditemukan sejumlah senjata api dan juga bom rakitan yang dibuat oleh tahanan teroris tersebut.

Dari peristiwa yang terjadi di Moko Bribob, sejumlah masyarakat dari berbagai agama dan suku menggelar doa bersama. Kegiatan itu dilakukan untuk memberikan penghormatan kepada lima anggota polisi yang telah gugur dalam kerusuhan di Mako Brimob malam lalu. Peristiwa ini menyebabkan Indonesia kehilangan putra-putra terbaik bangsa.

Kepolisian Negara Republik Indonesia mengucapkan terima kasih sebesar-besarnya kepada seluruh rakyat Indonesia yang telah memberikan dukungan, support dan doa yang mengalir deras sejak dari awal kejadian.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *